Ceilee..judulnya kayak pilem tempo dulu...halah..:P; Jadi ceritanya kami sampai di stasiun di Milan jam 9 pagi , banyak sekali saya jumpai pedagang payung, berasa lucu, sebab di mana-mana pedagang kaki lima ilegal jualan payung. Pas keluar dari stasiun baru ngeh, ternyata hari emang gerimis. That's not nice weather.. dan hampir tengah hari gerimis, kita beranjak dari Piazza del Duomo kembali ke stasiun untuk melanjutkan perjalanan ke Venezia/ Venice. Perjalanan di tempuh kurang lebih 2.5 jam, kita ga kebagian tempat duduk selama di kereta, tapi untungnya ada kursi lipat di gang, lumayan lah.
Sampai di Venice, kita ngisi perut dulu, baru deh jalan-jalan ke arah San Marco. Kita ikutin aja jalan yang ada, sesuai peta, tapi tengah2 bingung mau ikut jalan yang mana, soalnya kalo di liat banyak sekali gang2 kecil seperti Labyrinth. Akhirnya tanya ama orang yang kebetulan Venezian, dia yang menguide kita sampai ke arah yang lebih mudah dan jalan yang memang biasa di lalui banyak orang, dia bilang sih kalo jalan kaki cuman 1/2 jam dah nyampai San Marco, tapi buat kami bisa sampai 2 jam karena menikmati suasana Venice yang unique soalnya pasti sambil liat2 dan photo sana sini. Sambil ngobrol2 ( untung dia bisa bahasa Inggris ) dia dulu pernah ke Indonesia dan mengunjungi beberapa pulau kecil di Indonesia. Setelah berpisah jalan, kita nerusin acara jalan2 berdua. Kita ngikutin sign post yang ada di dinding2 gedung ke arah San Marco. Lain di Milan, lain lagi di Venice. Di sini banyak banget orang jualan suvenir topeng2 opera. Semua tampil dengan sangat menarik dengan warna2 yang jreng. Dan di gang2 ini saya menemukan butik2 designer ternama. :) ckckck..Pokoknya asyik aja suasana di Venice. Banyak toko2 yang unik2 dan eye catching. Ga terasa sudah jauh berjalan. Sesekali melihat orang bergondola hilir mudik, kebanyakan pasangan2 yang di balut aura romantis Venice.
Sampai di San Marco, orang menyemut di depan Basilica di San Marco dan Palazzo Ducale. Entah hanya duduk2 menggerombol menikmati sinar dan hangatnya matahari, atau memberi makan burung dara yang jumlahnya ratusan berkoloni di Palazzo Ducale square yang luas itu. Pikir saya "aduhh beruntung sekali burung2 yg ada di sini, perutnya gendut2 karena ga pernah kelaparan". Orang2 ( termasuk saya:p ) dengan senang hati membeli jagung seharga 1 euro dan membagikannya pada mereka, kemudian kita2 berphoto sambil burung2 itu mematuki jagung2 yang ada di tangan kita sampai habis. kali kata burung2 itu: " yee..yg nyuruh siapa?" hahaha...
DD melirik jam, dan mengingatkan saya ttg waktu. Bahwa kereta kita jam 7 malam yang akan membawa kita ke Pompeii. Masih ada 1.5 jam lagi. Kami memperhitungkan paling tidak 45-50 menit untuk kembali ke arah train station. Saya sempat membeli makanan, sangu di kereta malam ini karena jarak tempuh ke Pompeii lebih dari 8 jam dan malam ini kami tidur di kereta. Tapi ternyata perhitungan kami meleset. Jalan pulang tidak semudah ketika kami datang tadi, sekarang semua gang2 ini tampak sama. Dan benar saja, kita tersasar jauh dari jalan seharusnya. Arah ini sudah menjauh dari jalan awal, yang kita jumpai perkampungan penduduk. Akhirnya kita terkena serangan panik mendadak. Tanya2 dengan orang sekitar, tapi tidak begitu menolong karena mereka menjawab dengan bahasa Italy yg sama sekali tidak kami mengerti.
Semakin panik, akhirnya putar arah, bertemulah dengan sepasang orang tua, kelihatannya mereka baru jatuh cinta lagi, tampak mesra bergandengan dan si bapak mengelus2 punggung tangan istrinya..ahh senangnya melihat mereka meski panik jadi agak adem dikit. Akhirnya kita bertanya pada mereka, alhamdulillah si bapak bisa bahasa Inggris. He said: "it's totally wrong way"upss..dengan sangat baik hati dia mengantar kami ke dermaga dekat dengan harapan ada water bus yang bisa membawa kami dengan lebih cepat ke train station. Setelah mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan kita berlari ke arah kapal yang merapat, tapi penjaganya yg ga bisa bahasa Inggris, menghardik kami ketika kami menanyakan apakah kapal ini ke arah train station, membuat kami ragu apakah kapal ini yg ke arah dermaga terdekat train station. Akhirnya kami berlari lagi ke arah locket, memastikan dan penjaga loket bilang iya itu kapalnya. Kami lari balik lagi, tapi kapal sudah menjauh..sialannn!! Gara2 penjaga kapal sialan itu keadaan kami jadi tambah parah..X(X(. Belum pernah sestress ini dalam perjalanan rasanya. Putus harapan dapat mengejar kereta jam 7, padahal waktu sudah menunjukan 6.30pm. Tanpa pikir panjang karena panik, DD ngajak lari lagi, dan lagi2 kami ke arah yg sama seperti nyasar pertama kali. jadi 2X mencoba ngetrack jalan pulang, 2 x tersasar di jalan yang sama..Saya lari2, sampai telapak saya sakit dan saking ga kontrol langkah saya sampai nabrak bapak2 tua, aduhh kena damprat deh..untung kagak ngerti bahasanya..ihiksss.
Dengan putus asa, akhirnya kita balik lagi ke dermaga nunggu kapal berikutnya. Jam sudah menunjukan pukul 6.45, dan kapal itu bergerak lambat sekaliiii..setiap dermaga pasti stop untuk naik dan turun penumpang. Dan benar saja, goodbye dah kereta kami. ihikss...kembali ke locket ticket untuk bilang bahwa kami ketinggalan kereta dan minta advice dari officernya, alhamdulillah masih ada kereta ke Salerno( kota terdekat dengan Pompeii) tapi jam 12.37 malam. Ah..ya sudah lah tidak apa2 yang penting masih ada..Akhirnya kita beli ticket lagi deh. Untuk kelalaian ini, ticket yang sudah terlanjur terbeli hanya di refund separuh harga, masih untung di refund separuh; dalam pikiran kami ticket2 bakal hangus, jadi total kita cuman nambah 20euro, cuman ya itu akhirnya kita harus merelakan couchettes ( tempat tidur di kereta) dan gantinya cuman duduk di kereta selama 10 jam ( bukan kereta yg cepat )..huwaa...Saya berdoa moga2 no kursi compartment kereta kami ga campur sama orang yg bau2..ihikk..ihikk..
Menunggu tengah malam, kami duduk2 tepi dermaga sambil makan di taman..lampu kerlap kerlip, Venezia belum tertidur..Orang2 menikmati Venice di waktu malam karena menyegaja, kalau saya karena tertinggal kereta karena terlena di labyrinth-nya yg mengasyikan. Jadi inget kata kawan saya si Hengky, sebelum berangkat saya minta saran dia ttg kota2 di Italy, dia bilang. " jarak Milan-Pompeii( Napoli) tuh jauh..7 jam mungkin, kalau mau sih bisa aja, asal jangan ke florence, Tapi Venesia harus seharian, kalau bisa malam hari juga di Venesia...( keliling beberapa pulau naik kapal sebrang)..Venesia ga boleh di lewatin" hahaha...akhirnya kesampaian deh Heng..:P
...masih ada kereta, sayang...:>D< ( meski duduk 10 jam :p ) tepos...tepos dehh ahh.. :x
Ohya tambahan nih, lesson learned dari perjalanan ini, buat temans yang ada plan travel ke Venezia: 1. Memang bener, ga bisa just quick visit di Venezia atau bekennya Venice, karena memang sangat melenakan. Pasti kita akan lupa waktu. 2. Kalau memang cuman sehari dan sorenya harus pindah ke kota lain, sebaiknya jgn coba-coba jalan kaki ke arah jalan pulang (train station), karena pasti nyasarnya. Saran saya, sebaiknya pulang menggunakan Water bus saja, yang waktu tempuh ke dermaga dekat train station kurang lebih 30-40 menit. Atau kalo mau lebih cepat lagi ambil Water Taxi, cuman harus rela merogoh kocek agak dalem (alternatif ini yang sempat tidak terpikirkan oleh saya dan DD waktu panik)
Waaaaaaaaaaah, persis kek aku kejadiannya By, huehehehe.......... kalo kamu mending ketinggalan train, lah kita ketinggalan pesawat, akhirnya tidur di bandara kecilnya venice, kamera si kakak hilang awalnya, lalu kita panik deh, nyasar2 juga, telat2 juga, so you're not alone my darling :-p huehehehe :-p
Udah gitu By, tiket pesawat kita angus-ngus. Nangis darah gua, soale kudu nambah bayaran, selangit pula harganya, huhuhuhu :-( Soalnya gak mungkin stay di Venice lagi, wong udah tiga malam bok! Udah kangen nasi dstnya :-)
Gak ada jalan lain, ikhlasin dan nikmatin, jadi pelajaran berharga banget utk traveling berikutnya buat diriku sendiri, jangan suka 'terlena', huehehehe :-)
topengnya lucu2 yah.. *langsung kebayang pesta topeng* trus itu air selokannya bau gak by kek di jakarta? trus yang ndayung prahunya nyanyi2 "o sole mio" gak? *kalo yang ini gara2 kebanyakan nonton film murahan :P*
Abby wrote: Dan di gang2 ini saya menemukan butik2 designer ternama. :) ckckck..
Masak bby?... wah, di sini desainer2 ternama adalah VVIP yg cuma ada di mal2 berkelas, dan kita harus siap dilihat dari mata smp ke kaki kalo masuk ke butik2 itu.... hiiiii.....medeniiiiii
duhhh senangnya Abbuy mlaku2 terus.... kapan yo giliranku Bby?
yes, definitely Ima..:D haha.. rasanya jantung berdebar-debar, keringat dingin, lutut lemas, sambil membayangkan tiket yg hangus dan plan perjalanan yg hancur lebur.. menunggu tengah malah di stasiun sambil terkantuk kantuk karena di dermaga suhu sudah dingin..arrghh....belum lagi membayangkan bakal perjalanan di kereta 10 jam duduk..:)))
Udah gitu By, tiket pesawat kita angus-ngus. Nangis darah gua, soale kudu nambah bayaran, selangit pula harganya, huhuhuhu :-( Soalnya gak mungkin stay di Venice lagi, wong udah tiga malam bok! Udah kangen nasi dstnya :-)
Gak ada jalan lain, ikhlasin dan nikmatin, jadi pelajaran berharga banget utk traveling berikutnya buat diriku sendiri, jangan suka 'terlena', huehehehe :-)
wah..kebayang dirimu lemah lunglai di Bandara Venice..kasiannya..masih untung diriku ya, ternyata train ticket bisa di refund meski separuh harga..kalo pesawat mah goodbye beneran..:( bener Ima, kita harus ikhlasin, pengalaman kadang di tebus dengan harga mahal.. padahal waktu 1.5 jam di hitung cukup utk cari jalan pulang, ternyata tidak dan dengan sangat mengejutkan pula..:>_<
untuk beberapa bagian di Eropa engga mba..malah kadang nyeremin apalagi kita traveling di negara yg tidak berbahasa Inggris yg mana kita ga menguasai bahasa setempat..bisa jadi moment of terror kalo plan kita meleset..:)
topengnya lucu2 yah.. *langsung kebayang pesta topeng* trus itu air selokannya bau gak by kek di jakarta? trus yang ndayung prahunya nyanyi2 "o sole mio" gak? *kalo yang ini gara2 kebanyakan nonton film murahan :P*
Iya Al..topeng2nya lucu2, padahal pengen beli satu, ya gara2 nyasar itu ngerusak acara dah..>_< selokannya ga bau tuh Al..kok bisa ya, padahal itu ngelewatin daerah perumahan, ga liat sampah bertebaran jg..oh ya bener itu, yg pic aku post di atas ada 2 gondola, yang satunya itu couple dengan 1 penyanyi, tapi ga tau dia nyanyi judulnya apaan..pokonya gaya2 penyanyi opera gitu lah..:))
abby, lain kali kalau pergi-pegi ngajak-ngajak donk....jd kita jg punya bahan bua blog ttg luar negeri hueheuheuh :)
heuhueheuh...nti kalo jalan lagi deh mas...bikin blog dalam negeri jg OK kok mas...buat bahan promosi Visit Indonesian Year 2008.. saya jg pengen tuh bisa traveling keliling Indonesia kita tercinta..suatu hari Insya Allah..
Masak bby?... wah, di sini desainer2 ternama adalah VVIP yg cuma ada di mal2 berkelas, dan kita harus siap dilihat dari mata smp ke kaki kalo masuk ke butik2 itu.... hiiiii.....medeniiiiii
duhhh senangnya Abbuy mlaku2 terus.... kapan yo giliranku Bby?
Iya Wed beneran..aku yah gumun awalnya..tapi lama2 ga heran lg, la wong kebanyakan designer itu homebasenya di sana, jadi butik2 designer emang bertebaran.. tp pas ngliat harga2 nya Wed..aduhh..bikin gontai dehh..hihihi..jadi ga enak buat masuk euyy..soalnya kalo masuk takut di sambut dengan sepenuh hati sedangkan diriku ini kantongnya cekak..*malu hati*
hehehe..tenang, nti dapat giliran..cuman masalah waktu Wed..:D
Wah, pengalamannya hampir sama nih Mbak... Kalau di Venice, begitu menjejakkan kaki kita di sana, dulu profesorku pernah bilang kita harus mengucap "niat ingsun kesasar..." Ya, di Venice kita harus mengikuti kemana arah kaki melangkah, dan membiarkan kita tersesat dalam keindahan...
"niat ingsun kesasar..." Ya, di Venice kita harus mengikuti kemana arah kaki melangkah, dan membiarkan kita tersesat dalam keindahan...
jadi nyasar jg mas ?? hihihi
"niat ingsun kesasar..." >> lama banget ga pernah denger kalimat ini ..^_^ bener mas, soalnya mesti nyasar deh..tp asli bikin terlena jalan2 di sana ya..
asyik tuh ke Venezia, sayang saya gak jadi ke sana jumat kemarin soale udah capek banget dan duit udah terkuras besar-besaran hehe
Menurut temen yang sudah ke venezia, lebih baik keluar dari kereta naik perahu turing / boat turing (bukan perahu yang di dayung ya karena perahu khas venezia tsb cukup mahal). Dengan ikut tur tsb kita bisa menjelajah kota dan pasti akan berhenti di beberapa tempat. Kita bisa berhenti di suatu tempat yg dianggap menarik untuk kemudian menunggu boat turing berikutnya. Sepertinya sama persis seperti touring bus di Milan atau kota besar eropa lainnya. Karena kotanya tidak terlalu besar, tour bisa selesai sekitar 1 jam bila tidak berhenti / turun. Kalau sambil belanja ya tergantung kita deh.
wahh..sayang Venezia di lewatin, temen saya dah wanti2 katanya Venezia jangan di lewatkan..heheh...
iya naik water bus namanya, kapal itu tiap dermaga berenti kita bisa quick visit.Tapi karna kebiasaan jalan kaki jadi naik water bus jadi alternatip terakhir deh..Biasanya window shopping itu yg ngabisin waktu, apalagi di labyrinth Venezia..uaahh..lupa waktu deh..
saya cuman dalam rangka melancong aja mas Cikko..:)
hahaha.. lucunya diomelin basa italy... kamu koq tau dia ngomel by ??
iy atau, la wong abis nabrak bapak itu dengan mata berapi2 bentak aku :( padahal aku dah bilang i am so sorry..tp kerna di damprat dan dah kepepet waktu, aku lari lagi..hii...tapi omelannya masih sempat kedengaran meski ga ngerti ngomong apa..
By, kata teman ku venice itu air nya bau... dan harga naik gondola nya 1 x 100 USD... bener ya ??
masak sih beb? pas aku lwat2 dekat gondola itu ga bau apa2 tuh..atau dah kalah bau sama bauku sendiri yah?:o hihihi naik gondola mahal, aku ga berani nanya deh, takut nti ga bisa nolak *kl misalnya mahal) malah jadi susah, trauma ama pedagang2 di Maroko..kata tmennya DD sih 60euro bisa dapet..