Senja belum jatuh ketika kami tiba kembali di Salerno karena matahari tenggelam lebih lambat dari pada waktu winter, kereta kami pukul 12.37 tengah malam nanti tujuan Pisa. Masih punya banyak waktu untuk sekedar putar2 di Salerno city centre. Kami memutuskan untuk mengaso sebentar di café; saya memesan cappuccino
dan DD seperti biasa memesan teh hangat di tambah kue2. Saya ga mau lagi pesan hot chocolate di Italy, karena yang di hidangkan ternyata bukan hot chocolate untuk drink tapi bagi saya merupakan dessert, karena jika kita memesan hot chocolate, yang di suguhkan pasti chocolate yang di lumerkan. Ga cocok buat saya.
Setelah santai2 di café, kami pergi liat2 toko, kalau ada yg menarik ya masuk tapi ga beli apa2. Karena kerta masih lama, sebelum kembali ke stasiun kami memutuskan untuk cari makan malam dulu. Entah selama 3 hari ini napsu makan saya drop. Saya ga terlalu suka Italian food. Jadi mau ga mau ya makan pasta dan Pizza. Konon, kabarnya Pizza itu original dari Naples/Napoli *halah* penting ga sih buat saya yg rindu makan nasi dan tahu goreng ?:p
Stasiun di Salerno kalau malam tidak begitu nyaman, karena di kuasai para homeless, mereka tidur2 dan merokok di dalam ruang tunggu. Udah lah daripada BT mending kami nunggu di platform aja, di sana ada bangku2 tunggu. Ketidak nyamanan saya belum berakhir, seorang lelaki yang memang gila atau pura2 gila mondar mandir di dekat saya, saya merasa terintimidasi olehnya. Kalau saya ke sisi kiri, dia jg ke sisi kiri, kalau saya pindah ke tempat lain dia jg pindah sambil mulutnya komat-kamit dan ngliatin saya. Duuhh..it’s mental
untung lah ga lama kemudian polisi yg lagi patroli menggelandangnya..barulah saya lega.
Kereta terlambat 25 menit, saya mulai iritasi. Ketika kereta datang dan berhenti di depan kami itu adalah gerbong nomor 1, sedangkan kami di gerbong 14, tuh kereta panjang banget. Karena takut ketinggalan kereta lagi, pas di gerbong 10 saya langsung naik saja dan nyari gerbong 14 di atas kereta. Di akhir gerbong 10, tampaknya adalah gerbong terakhir, saya liat kabin bukan seperti kabin utk penumpang, kelihatannya seperti kabin masinis. Duhh mampus saya, apa salah kereta??
Untung ada petugas, dan kami bertanya padanya, petugas yg tidak bisa berhasa inggris itu hanya mengisyaratkan pada kami untuk jalan terus saja..sedangkan kereta sudah beranjak pergi meninggalkan Salerno..saya mulai nervous karena belum jg menemukan gerbong couchettes kami. Gerbong ini remang2..Pikiran saya sudah yg engga2 aja. Untung ketemu petugas lain, dia mengantar kami sampai ke couchettes. Ternyata sudah ada orang2 di sana, mereka sudah tertidur, mungkin dari kota lain.
Setelah menata tempat tidur ala kadarnya ( 1 kabin ada 6 couchettes, tempat tidur kami di tengah2), saya merebahkan diri, DD di seberang saya, awalnya dia sibuk dengan koper, dilemma apakah taruh di bawah atau di biarkan di atas couchette? Saya yg parno sendiri ( takut koper hilang) tidak membolehkan DD meletakakkannya di bawah. DD tampak tidak nyaman, kerena kakinya tidak bisa selonjor dengan bebas, saya memperhatikannya dia tampak takut2 membalikan badan. Ahh…ini merisaukan saya..munculah drama2 kengerian dalam pikiran saya:” gimana kalau couchettenya runtuh? DD yg di tengah2 pasti kejepit
Bagaimana nanti pertanggung jawaban saya terhadap mertua saya?” aahh..saya susah sekali tidur malam itu. Itu adalah malam terlama buat saya selama perjalanan. Belum pernah saya se nervous ini kalau lagi traveling, biasanya saya sangat cool, calm and confidence:P. Malah DD yg lebih sering panik2 gitu. Akhirnya karena badan dan pikiran yang penat, saya pun jatuh tertidur. Belum pukul 6 pagi saya sudah bangun, langsung ngecek DD apakah dia baik2 saja. DD sudah bangun juga. Saya lega sekali, moment of teror sudah berakhir pagi ini. 20 menit lagi kereta tiba di Stasiun Pisa. Kami siap2 dan menunggu di lorong untuk segera melompat turun ketika kereta berhenti.
..bersambung...