Stasiun di belum ramai pagi itu, kami langsung menuju toilet untuk menyegarkan diri. Sudah 3 hari ini tidak mandi hikks..tapi meski begitu pakaian harus ganti yang bersih. Setelah beres urusan dengan toilet, kami cari kedai untuk sarapan. Di Italy sudah biasa sarapan cuman kopi dan croissant doang, saya ga biasa..tapi adanya cuman itu. DD yg dari kemarin2 pengen makan spaghetti menanyakan apakah kedai ini jual spaghetti atau tidak. Maksud DD bukan utk di makan pagi ini , tapi nanti siang. Waiternya tampak terkejut ketika kami menanyakan apakah ada spaghetti. Dengan pelan dia mengulang kata2 kami? “Spa-ghe-tti ??”
sambil matanya membesar keheranan. Hahah..dia pikir kami pagi2 mau spaghetti.
Sepanjang sarapan, kami ngobrol membahas hal semalam, Saya tanyakan apakah DD tidurnya enak? Dia bilang enak, dan seneng tidur di couchette..ahh dasar, padahal saya begitu kuatir ttg dia, ternyata dia baik2 saja.*sigh*..saya jadi ingat, malam itu saya minum kopi, mungkin karena itu saya jadi nervous tak terkendali ya? Soalnya dah 2 thn terakhir ini saya ga minum kopi, rupanya efek kafeinnya begitu kuat buat saya. Jadi pelajaran nih buat saya, untuk tidak mengkonsumsi kopi lagi selama traveling terutama traveling yg ga nyantai seperti yg sedang saya jalani.
Setelah sarapan, kami naik kereta regional 10 menit ke kota di mana Menara miring itu berada. Kami tiba di sana, masih pagi, orang2 belum banyak . Jadi bisa leluasa photo2. Temasuk poto2 dengan pose sejuta umat. Apalagi kalau bukan gaya mendorong2 menara itu
Ada juga sih yg bergaya menendang menara. Pikir saya mungkin dia ini seorang karateka hihih..
Matahari terang benderang di Pisa. Kalau tidak ada The Leaning Tower itu, kota kecil ini cuman seperti kota kecil kebanyakan saja. Tidak banyak yg special. Awalnya menara ini di bangun dengan ketegakan yang normal seperti menara pada umumnya, di tengah2 pembangunannya struktur tanah telah merubah derajat kemiringan menara tersebut. Pembangunan menara sempat di hentikan, kemudian di lanjutkan kembali dan tetap dalam keadaan miring. Sampai sekarang menara miring itu masih kokoh malah menjadi terkenal, dan orang2 masih bisa naik ke atasnya. Hebat ya..
Orang2 mulai ramai berdatangan dan kami bergerak pulang dan memutuskan untuk singgah di Firenze atau yg lebih di kenal Florence. Kami meninggalkan Pisa jam 10 pagi, tiba di Florence pukul 12 siang. Cuaca hangat bersahabat. Setelah menitipkan koper di tempat ‘left lugage’ kami keluar stasiun. Terasa sekali Florence adalah kota turis. Orang2 ramai sekali. Mungkin mirip2 Bandung, Indonesia:D heheh..
Dah gitu saya dan DD sempat2nya beli tas ransel yg banyak di jual di emper2 jalan. Abis murah sih..itu loh ransel yang bisa di geledek/tarik kayak koper. Setelah itu kami berjalan ke arah Piazza Duomo yang ada di jantung kota Florence. Ya ampun orang banyak banget, suasana ramai hiruk pikuk. Ya orang jualan baik yg legal maupun yg illegal ( pasti bentar lagi di usir ama tamtib2 tuh ), orang jalan, lalu lintas padat. Ckck....yang bikin ga asik adalah jalur kendaraan umum yang lewat depan Piazza Duomo. Jadi kayanya tambah crowded aja..kalo jalannya meleng bisa di samber mobil/motor/sepeda deh:(
Saya melihat arsitektur Duomo/gereja di Florence sangat berbeda sekali dengan Duomo yang ada di Milan. Di Florence Duomonya gendut dengan seluruh tubuh gedungnya penuh dengan oranamen yang unik. Kalau di Milan, gedungnya runcing2 dan polosan saja. Tiap daerah rupanya punya cirri khas sendiri2.
Setelah melihat2, kami berjalan pulang, tapi harus beli makanan dulu untuk sangu di kereta. Saya nemu toko dengan makanan yg sangat menggoda sekali. Baru hari itu rasanya napsu makan saya normal lagi. Saya beli 4 macam makanan, risotto, salad kentang seafood, chicken grilled, dan tiramisu yang dalam bahasa Inggrisnya “ Lift me up”. Tapi percayalah, Tiramisu buatan saya tidak beda jauh rasanya..^_* halah..
Jam 2.14 siang kereta beranjak menjauh meninggalkan Florence menuju Milan,dan kami harus tukar kereta lagi ke tujuan Bergamo.
Under the Tuscan sun I wave goodbye to these lands..
Ciao!